Senin, 11 November 2013

Posted by Unknown | File under :
Indonesia tercinta selalu diliputi mendung, dan Jakarta ibu kota tersayang selalu saja banjir. Tapi tidak dengan blog ini, hehhehehe disini  semuanya berjalan dengan baik. Hai chingudeul semuanya…. Atau Liputers ku tersayang, lagi apa?
Hari ini saya pemandu wisata kota Seoul Helda kembali datang membawakan berita dan info-info tentang negri ginseng. Sebelumnya sih kalau kalian pencinta drama korea tentunya sudah tau dengan pakaian tradisional masyarakat Korea yang bernama Hanbok. Itu oh yang sering digunakan di drama-drama tradisional 

Korean Drama The Moon and The Sun, The Moon Embraces The Sun Wallpaper


Korea. Seperti drakor yang satu ini “Moon that Embraces the Sun” salah satu drakor kesayangan aku nih.
Dahulu Hanbok dikenakan dalam pakaian sehari-hari, namun seiring berjalannya waktu pakaian barat pun mulai bertebaran pada masa proses industrialisasi yang berlangsung cepat sehingga penggunaan hanbok pun dibilang kurang tepat untuk acara santai Liputersku. Tapi di Korea ini memang hebat Liputers, mereka tidak begitu saja melupakan budaya dan tradisi, meskipun era barat masuk ke negrinya Liputers, itu semua tidak menyurutkan budaya mereka yang mereka jaga penuh, buktinya saja masih ada beberapa wilayah Korea yang sampai sekarang mempertahankan hanbok sebagai busana sehari-hari, salah satunya desa Chunghak dong, di pegunungan Jirisan.'

Dan bagi masyarakat perkotaan Hanbok pun tidak dibiarkan begitu saja cuy, hanbok masih terus berfungsi sebagai tradisi, seperti acara formal dan semi formal, contohnya saja pernikahan, perayaan ultah, peringatan chuseok, kematianpun mereka menggunakan hanbok liputers. Nah, sebagai pemandu wisata kota Seoul yang tidak di gaji, aku sekedar memberikan info saja ni Liputers, bahwa anak-anak menggunakan hanbok pada saat ultah pertamanya sedangkan dewasa saat upacara pernikahan dan ultah yang ke 60 mereka. Nah tadikan aku sempat menyebutkan peringatan chuseok, kalian tau tidak apa itu peringatan chuseok???

Info liputers
dari pemahaman aku ni sebagai duta tidak resmi Korea, ada 2 hari libur besar di Korea, salah satunya Tahun baru Imlek dan Chuseok. Kalo di dunia barat sana Chuseok itu sama dengan perayaan Thanksgiving. Maaf ya Liputers, sepertinya aku tidak akan menjelaskan tentang hari Thanksgiving disini, kalian cari di pak google saja yah…cheers…
chuseok itu hari dimana masyarakat Korea berkumpul sebagai keluarga satu sama lain, menikmati makanan yang baik dan lezat, ucapan syukur kepada para leluhur dan berpartisipasi dalam beberapa adat istiadat mereka, seperti bermain game tradisional, membuat Seong-Pyeon (sejenis kue beras) dan menggunakan busana Hanbok. Disini, di negri impianku yaitu Korea, sungguh benar-benar mempertahankan tradisi. Aku sangat terpanah, berharap secepatnya aku berseluncur kesana hihihi, amin.

Hanbok dulu dalam penggunaan dan pemakaiannya tidak boleh sembarangan, bila golongan ningrat bajunya berbahan dasar dari setat rami dengan dipadu warna indah dan mencolok. Serta untuk kalangan rakyat jelata seperti kita hihhiii bajunya berbahan dari kain biasa warna dasar putih, hitam , kuning, dll, pokoknya lebih sederhana karena faktor biaya, tapi ngga kain kafan juga kali yang dipakai (ngakak disco.red).

Hanbok pakaian yang dipakai dalam masa 3 kerajaan ini merupakan pakaian adat turun temurun dari ratusan tahun dengan bentuk yang tidak hampir berubah baik untuk laki-laki dan perempuannya kecuali dalam panjang jeogori dan chima.

Jeogori pria dan wanita terdapat motif yang indah. Motif tersebut tidak bisa dipakai semua kalangan, bagi kalangan keluarga raja maka motif yang digunakan lebih rumit dan mencolok dan biasanya berwarna emas sedangkan golongan bangsawan motif yang digunakan sedikit rumit, nah kalo untuk golongan birokrat lebih simple, dan lagi-lagi untuk golongan rakyat jelata cendrung tidak bermotif. Intinya semakin rendah derajat kita semakin jarang motif yang ada pada hanbok. Namun sekarang hanbok bisa kok dipakai semua kalangan, termasuk aku dan liputers.
Liputers menurut sejumlah orang, hanbok itu terlihat lebih catik saat digunakan ketimbang digantung. Makin terlihat bagus lagi saat penggunaya berjalan, ketimbang diam, garis unik dari hanbok itulah yang terlihat sangat menarik saat penggunanya berjalan. Lalu Liputers, bagaimana kalau penggunanya berlari dan kayang? Apa hanbok akan semakin menarik? (LOL.red)

Warna yang digunakan pada hanbok inipun digunakan dari pewarna alami. Seperti warna merah saja contohnya, dipakai dari bunga yang berwarna merah Liputers. Pigmen warna diekstrak dengan cara menggiling bunga berwarna merah tadi menggunakan lumpang, setelah itu dimasukkan kedalam kendi dan dicuci dengan soda. Hassilnya warna yang bagus dan tentunya berbeda dari pewarna buatan. Meskipun prosesnya cukup rumit, tapi anda puas dan si pembuat lemas.

Nah tidak sampai disini pembahasan kita mengenai Hanbok Liputers chingu… karena masih banyak sekali bagian-bagian hanbok yang kalian belum ketahuai, ini dia cekidod…

Bagian-bagian Hanbok


1.       Jeogori (atasan) – pendek dengan garis lengkung dan dekorasi halus

2.       dongJeng (kerah putih) – kontras dan selaras dengan kurva keseluruhan leher

3.       Baerae (jeogori lengan)- menglingkar dan alami melengkung

4.       Otgoreum (string)- hiasan seperti pita untuk perempuan

5.       Chima (bagian bawah) – rok perempuan bagian luar

6.       Rim/dang-ui – tpola garis anggun tradisional dan kombinasi warna meningkatkan keindahan hanbok tersebut. Misalnya: tanaman, hewan, atau pola alam lainnya.

Pakaian dalam

Terdapat sokbaji(bra), sokchima(berbentuk putih dan panjang), dan mugiji(rok dalaman). Untuk membuat tampilan lebih lengkap.

Durumagi,mantel dari hanbok, biasanya lapisan paling atas pakaian yang dikenakan diatas jeogori dan baji (celana), durumagi  bisanya digunakan untuk menangkis rasa dingin, dan untuk tujuan upacara.

Gat-chogori, berbulu pada tepinya, sedikit lebih besar, dan terbuat dari sutra.

Changot, untuk menutupi tubuh dan wajah dan bagian atas mereka setiap kali mereka hendak keluar rumah, untuk menciptakan tampilan misterius.

Sukae ch’ima, berbentuk seperti chima tapi 30 cm lebih pendek dan agak sempit. Ketah putihnya biasanya dijepit untuk menyembunyikan wajah ketika lelaki mendekatinya. Cuhuy… hahaa

Baeja, rompi/durumagi (topcoat). Untuk melindungi diri terhadap dinginnya udara.

Simbol keluarga kerajaan

1 seekor naga mewakili permaisuri dan phoenix mewakili ratu

2 putri dan selir memakai pola bunga

3 pejabat tinggi pengadilan mengenakan awan dan crane

Warna emas juga dikenakan untuk royalti

     

Cheokui, pakaian ratu/ pakaian formal seremonial

Hwalot, gambar dari 10 tanaman dan hewan mulia yang mewakili panjang umur, keberuntungan, dan kekayaan.Biasanya untuk pakaian putri, pengantin coat dalam upacara pernikahan (kelas mulia), dan biaya pembuatannya sangat mahal

Wonsam, utk upacara coat bagi putri. Untuk pernikahan pada rakyat jelata, warna dan dekorasi sekitar dada, bahu dan punggung melambangkan pangkat dan status pemakainya, dikenal sebagai rok wonsm hijau

Dagui, digunakan untuk upacara keluarga kerajaan. Upacara besar kelas ningrat, keluarga kerajaan memiliki trim emas, sementara yang lain milik rakyat jelata.

Beoseon, sepasang kaus kaki yang dikenakan bersama hanbok.

Jukduri, bertujuan untuk acara seremonial, diisi dengan kapas ditutupi dengan sutra, dan ornamen cloisonne diletakkan diatasnya.

Hwagwan, dihiasi dengan ornamen kupu-kupu, 5 warna manik-manik, dan benang emas, dan lebih mewah dari pada jukdori

Jobawi, topi musim dingin, berhiaskan permata, emas, atau manik-manik

Ayam, topi musim dingin,daenggi panjang menggatung dibagian belakang, yang disebut ayamdeurim. Kadang dihiasi dengan batu giok.

Daenggi, pita yang digunakan untuk mengikat dan menghias rambut yang panjang

Dwikkoji, sebuah aksesoris yang disematkan pada rambut yang diikat

Binyeo, digunakan untuk mengencangkan mahkota atau wig dan untuk menahan rambut yang dikepang. Bahan dan panjang nya bervariasi sesuai dengan kelas dan status pemakainya

Cheopji (top), bertujuan untuk seremonial. Sering terbuat dari perak dan berbentuk kodok

Tteoljam,jepit rambut, untuk tatanan rambut formal, tersebar pada bagian pusat dan kedua belah sisi, dalam berbagai bentuk.

Baessi, sejenis pengikat kepala

Wig/gache, wanita yang berlatar belakang sosial tinggi menggunakan wig gisaeng di abad ke 19, besar dan berat lebih diinginkan sebagai lambang estetika. Wanita kerajaan menggunakannya setiap hari, tapi rakyat jelata memakainya hanya dengan pakaian upacara.

Tteoguji, dibuat dengan rambut manusia yang sebenarnya .setelah larangan wig, it dibuat dengan ukiran kayu dan dicat hitam untuk membuatnya menyerupai rambut manusia.

Norigae, string mantel luar, atau pinggang rok yang memberikan tampilan mewah untuk seluruh pakaian.

Liputers, banyak banget loh sebenernya aksesoris pada hanbok, baik untuk perempuan dan laki-laki, aku memadu kalian saja sampe ngos-ngosan, saking panjangnya pembahasan ini.

Kalau kalian berkunjung ke Seoul, jangan lupa kunjungi museum hanbok yang terletak di seberang jalan dari pintu masuk utama istana gyeongbokgung. Museum ini hanya buka pada sabtu pertama dan ketiga setiap bulan.di museum hanbok ini tidak hanya terdapat hanbok saja Liputers, melainkan pula disini menawarkan semua peristiwa/ritual orang ketika kelahiran sampai kematian, dan pakaian apa yang layak mereka kenakan sesuai kesempatan masing-masing. Museum ini dibuat oleh desainer hanbok Lee Ri-Ja sendiri.

Aku sebagai pemandu wisata merasa ingin mengenakan hanbok Liputers. 

0 komentar: