Sabtu, 23 November 2013

Posted by Unknown | File under :
Gambar
Pendidikan dilihat sebagai aspek penting bagi keberhasilan dan persaingan di sana. Di Korea ada lima mata pelajaran utama, yaitu matematika, sains, bahasa Korea, studi sosial, dan bahasa Inggris. Biasanya pendidikan fisik / olahraga tidak dianggap penting, makanya banyak sekolah yang tidak memiliki gimnasium yang layak. Korea Selatan adalah negara pertama di Dunia yang memberikan akses internet berkecepatan tinggi di setiap sekolah.
Sistem pendidikan di Korea Selatan menggunakan umur. Bukan lewat pengetahuan, nilai, atau tes (Modelnya sama kayak di Indonesia juga. Waktu belajarnya pun sama, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun), cuma kalau di Korea selain dilihat dari faktor usia, faktor bulan lahir juga menentukan (?) jadi maksudnya gini.
Contoh : Kai lahir 14 Januari 1994 dan Sehun lahir 12 April 1994. Meskipun mereka seumuran, tapi Kai masuk sekolah lebih dulu daripada Sehun karena bulan lahirnya lebih awal dari awal semester I tahun ajaran baru. Nah, karena Sehun lahir di bulan April, dia masuk sekolah satu tahun dibawah Kai (adik kelasnya Kai) dan bergabung dengan orang-orang yang lahir antara Maret 1994 – Februari 1995.
Tahun pelajaran di bagi menjadi dua semester :
  • Semester I : awal Maret – pertengahan Juli
  • Liburan musim panas : pertengahan Juli – akhir Agustus
  • Semester II : akhir Agustus – pertengahan Februari
  • Liburan musim dingin : akhir Desember – awal Februari
  • Ujian semester II dan kelulusan : awal Februari – pertengahan Februari (satu minggu)
  • Liburan pendek : pertengahan Februari – awal Maret
TK
TK di Korea bukan program publik / formal. TK adalah lembaga swasta yang mengajarkan bahasa Korea dan Inggris. Usia anak yang memasuki TK berkisar antara 3-7 tahun. Nah, di TK ini satu kelas bisa berisi anak-anak dengan rentan umur yang berbeda (4 tahun).
Sekolah Dasar
Sekolah dasar di Korea disebut Chodeunghakgyo (초등학교). Sekolah dasar terdiri dari kelas 1 – 6 dengan rentan usia 7 – 13 tahun. Siswa kelas 1 – 2 belajar bahasa Korea, matematika, sains, ilmu sosial, seni, dan bahasa Inggris, sedangkan kelas 3 – 6 ditambah PE, pendidikan moral, seni praktis, dan musik.
Biasanya, guru kelas (wali kelas) yang mengajar sebagian besar mata pelajaran, kecuali bahasa asing dan olahraga.
Mereka yang ingin menjadi seorang guru sekolah dasar harus memiliki kemampuan utama dalam pendidikan dasar, yang secara khusus dirancang untuk menumbuhkan guru sekolah dasar. Di Korea, sebagian besar guru SD bekerja untuk sekolah dasar negeri.
Sekolah Menengah
Sekolah menengah disebut junghakgyo (중학교). Sekolah menengah di Korea Selatan terdiri dari tiga kelas. Sebagian besar siswa masuk pada usia 12 atau 13 dan lulus pada usia 15 atau 16. Pada umumnya sekolah menengah adalah sekolah peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Jadi di sekolah menengah pertama, siswa lebih disiplin dan harus mentaati peraturan sekolah serta lebih serius dalam pelajaran. Berbagai aspek kehidupan para siswa sangat dikontrol. Seperti di sekolah dasar, siswa menghabiskan hampir sepanjang hari di kelas yang sama dengan teman sekelas yang sama, namun siswa memiliki guru yang berbeda untuk setiap mata pelajaran. Wali kelas guru damim seonsaengnim  (담임 선생님) memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan siswa.
Sebagian besar siswa sekolah menengah mengambil enam pelajaran sehari, dan di samping ini biasanya memiliki kelas pagi yang mendahului pelajaran reguler dan pelajaran ketujuh yang mengkhususkan diri dalam subjek ekstra. Berbeda dengan sekolah tinggi, kurikulum sekolah menengah tidak berbeda jauh dari sekolah dasar. Matematika, Bahasa Inggris, Korea, studi sosial, dan ilmu pengetahuan membentuk mata pelajaran inti, dengan siswa juga menerima instruksi dalam musik, seni, PE, sejarah, etika, ekonomi rumah, teknologi, dan Hanja. Semua pelajaran reguler adalah 45 menit. Sebelum sekolah, siswa memiliki kelas tambahan 30 menit yang dapat digunakan untuk belajar mandiri, menonton Sistem Siaran Pendidikan (EBS) siaran, atau untuk pribadi dan administrasi kelas.
Dalam tahun terakhir, nilai ujian sekolah menengah menjadi sangat penting bagi siswa untuk masuk ke sekolah menengah atas, bagi yang nilainya mencukupi mereka dapat masuk (SMA) sedangkan nilainya kurang, mereka masuk ke dalam (SMK).
Sekolah tinggi
Sekolah tinggi disebut Godeunghakgyo (고등학교). Sekolah tinggi di Korea Selatan mengajar siswa dari kelas pertama (umur 15) – kelas tiga (umur 17), dan pada usia 18 atau 19. Sekolah tinggi di Korea dapat dibagi menjadi jalur khusus yang sesuai dengan minat siswa dan jalur karir. Misalnya, ada ilmu (Sains SMA), bahasa asing dan sekolah khusus seni yang siswa-nya dapat mengikuti ujian masuk yang umumnya sangat kompetitif. Tipe lain dari sekolah tinggi termasuk sekolah menengah umum dan sekolah tinggi swasta, baik dengan atau tanpa ujian masuk.
Sekolah-sekolah tinggi tidak mengkhususkan diri di lapangan, tapi lebih terfokus pada mengirim siswanya ke perguruan tinggi. Bagi siswa yang tidak ingin pendidikan tinggi, sekolah kejuruan yang mengkhususkan diri dalam bidang-bidang seperti teknologi, pertanian atau keuangan tersedia, di mana siswa bekerja setelah lulus.
Bahasa Inggris di sekolah menengah Korea sangat diperlukan untuk tujuan membantu siswa masuk universitas ternama di Korea maupun di luar negeri.
Kejuruan
Sekolah menengah kejuruan menawarkan program dalam lima bidang: pertanian, teknologi / rekayasa, perdagangan / bisnis, maritim / perikanan, dan ekonomi rumah. Pada prinsipnya, semua siswa di tahun pertama SMA (kelas 10) mengikuti kurikulum umum nasional. Dalam tahun kedua dan ketiga (kelas 11 dan 12) siswa menawarkan kursus yang relevan dengan spesialisasi mereka. Dalam beberapa program, siswa dapat berpartisipasi dalam pelatihan kerja melalui kerjasama antara sekolah dan pengusaha lokal.
Fakta-fakta Pendidikan di Korea
  • Para siswa sekolah tinggi di Korea memiliki waktu belajar dari jam 08:00 pagi sampai 09:30 atau 10:00 malam. Bayangkan, 14 jam berada di sekolah! Tujuannya agar para siswa bisa masuk ke dalam perguruan tinggi favorit karena persaingan di sana cukup tinggi. Seakan belum cukup dengan sekolah formal, para siswa biasanya juga akan menghadiri lembaga pendidikan swasta / Hagwon (학원). Ini berarti para siswa sekolah tinggi rata-rata tidak pulang sampai tengah malam. Sedangkan bagi siswa sekolah menengah, pihak sekolah masih memberi toleransi dengan waktu belajar antara 08:00 pagi sampai 04:00 sore, dengan tambahan Hagwon sepulang sekolah.
  • Di Korea ada pepatah yang mengatakan, “Guru adalah hal tertinggi selayaknya Tuhan.” Masyarakat Korea menganggap guru memegang posisi yang berharga dan tinggi karena Korea menanamkan bahwa pendidikan adalah hal yang utama. Akibatnya, Korea benar-benar menjunjung tinggi para guru. Usia pensiun mereka tidak sampai 65 thaun. Senioritas di kalangan guru dilihat melalui bayaran yang tinggi dan jam mengajar yang lebih banyak.
  • Presentasi Power Point, USB dsb adalah hal-hal dasar yang digunakan dalam sistem pembelajaran SD-SMA. Ruang kelas dilengkapi Komputer yang terhubung ke salah satu sistem proyektor overhead atau layar datar LCD.
  • Ada rotasi mutasi guru setelah lima tahun mengajar. Hal ini dilakukan agar setiap guru mendapat kesempatan yang adil untuk mengajar di berbagai sekolah yang baik atau buruk.
  • Beberapa sekolah unggulan memiliki ruang praktek teknolgi blue screen untuk membuat para siswa dapat berperan dengan layak. Ruangan itu juga dilengkapi dengan berbagai alat dan media untuk membuat akting itu terlihat nyata.
  • Hukuman fisik masih berlaku di Korea. Sistem pendidikan di sana memang sangat ketat dan keras. Bukan hal yang tabu jika guru melakukan kekerasan fisik untuk mendisiplinkan muridnya. Bahkan para orang tua tidak masalah dengan peraturan itu. Hanya saja saat ini hukuman fisik itu memiliki batasan yang lebih kuat.
  • Kebersihan Sekolah adalah tanggung jawab murid. Sistem pendidikan di Korea mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab terhadap perawatan sekolah mereka. Sementara para petugas kebersihan melakukan tugas-tugas utama seperti membersihkan kamar mandi, membersihkan lorong, ruang kelas, tangga, para siswa diwajibkan memungut sampah di halaman sekolah setiap pagi sebelum bel berbunyi
  • Siswa-siswa di Korea yang tidak kuat terhadap tekanan pembelajaran banyak yang melakukan bunuh diri. Terkadang, hanya karena nilai mereka yang menurun atau tidak lulus dalam seleksi perguruan tinggi, mereka menganggap bahwa diri mereka telah gagal dan tidak memiliki masa depan yang pasti. Jadi mereka beranggapan kalau bunuh diri adalah solusi terbaik.
  • Para siswa di Korea menghabiskan sebagian waktunya di sekolah. Mereka belajar, makan, dan bergaul bersama. Sehingga banyak siswi yang juga membawa alat makeup ke sekolah, mereka saling membantu memoles wajah bersama. XD
  • Di Korea, wajib belajar itu cuma SD-SMP, tapi karena tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi, anak-anak mereka tetap di sekolahkan sampai jenjang paling tinggi (kuliah)
  • Saat memasuki SMA, sekolah tidak melarang siswa-siswanya memanjangkan rambut, mewarnai rambut, atau merias diri.

0 komentar: